Koleksi Museum untuk Koneksi Masa Lalu, Kini dan Nanti

(Alhamdulillah, masuk juara  favorit di sini )
International Museum Day 
Tanggal 18 mei lalu adalah hari museum Internasional atau Internasional Museum Day artinya pada tanggal yang sama seluruh dunia merayakannya termasuk Museum Nasional Indonesia yang merupakan anggota dari Internasional Council of Museums (ICOM) sebuah organisasi non pemerintah dan merupakan komunitas museum internasional.  International Museum Day waktu hampir  bertepatan dengan hari jadinya Museum Nasional Indonesia yang ke 236.


Hari yang menurut saya istimewa, karena mengingatkan masyarakat termasuk saya akan pentingnya keberadaan museum. Terlebih sebagian masyarakat Indonesia memilih mengisi liburan atau weekend dengan mengunjungan ke museum masihlah asing. Itu terlihat saat saya mengunjungi beberapa museum bersama keluarga. Baru empat  museum yang sudah kami  kunjungi  dan karena anak-anak kami masih berusia balita museum yang kami kunjungi barulah museum –museum yang sekiranya dekat dengan dunia mereka sehingga mudah mereka pahami dua diantaranya museum yang memajang  replika sebuah ikan besar dan dinosaurus. Harapannya mereka menjadi terbiasa dan suka  saat diajak ke museum lagi, termasuk ke museum nasional yang sudah masuk dalam daftar eduwisata yang akan kami kunjungi. 

Menurut saya ada dua hal yang membuat masyarakat kurangnya berminat mengunjungi museum;
 1. Masyarakat kurang paham pentingnya mengunjugi museum.
2. Museum di nilai eduwisata yang kurang menarik untuk anak-anak  karena  monoton.

Itu juga yang saya rasakan saat mengajak anak-anak ke museum, kalau tak pandai bercerita ini itu mengenai objek yang dilihat, bisa dipastikan mekeka ingin segera pulang. Ada juga ruangan museum yang kurang menarik karena pencahayaan yang kurang sehingga terkesan suram dan menakutkan.

Umumnya anak-anak dan pelajar hanya mengunjungi museum saat acara yang diwajibkan sekolah untuk ikut.

Mengedukasi pentingnya mengunjungi museum dan membuat acara kunjungan ke museum menarik sebagai sebuah wisata keluarga, dengan memasang iklan di media massa, karena banyak masyarakat yang tidak tahu beragam kegiatan yang ada di museum. Dan dengan menyediakan jasa tur guide gratis, untuk setiap pengunjung jika diminta. Mengadakan berbagai event dan workshop secara periodik artinya tidak hanya saat hari besar museum. Dan ini saya lihat sudah dilakukan beberapa museum salah satunya MuseumNasional Indonesia yang secara kontinyu mengadakan beragam acara dari lomba menggambar, workshop sampai crafting. Dan dalam rangka memperingati hari jadinya kegiatan yang diselenggarakan bertambah banyak.



Mengenal lebih dekat Museum Nasional Indonesia
Sejarah singkat
Museum Nasional  Indonesia didirakan pada tahun 1778, berawal dari sekelompok intelektual Belanda mendirikan lembaga ilmiah dengan nama Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen , (Royal Batavia Society of Arts and Sciences ) [ 2 ] badan swasta ini memiliki tujuan mempromosikan penelitian di lapangan di bidang seni dan ilmu pengetahuan , terutama dalam sejarah , arkeologi , etnografi dan fisika , dan menerbitkan berbagai temuan.

Selama masa pemerintahan Inggris di Jawa, Letnan Guberbur Sir Thomas Raffles menjadi direktur perkumpulan ini. Dan karena jumlah koleksi bertambah, pada tahun 1862 pemerintah Hindia-Belanda memutuskan membangun gedung museum baru di lokasi yang ada sampai sekarang yaitu jalan Merdeka Barat no 12.  Museum ini dibuka untuk umum pada tahun 1868.

sumber gambar wikipedia.org
Museum ini dikenal juga dengan sebutan museum gajah karena ada Gedung Gajah karena ada patung gajah dari perunggu di halamannya. Patung ini merupakan dari dari Raja Chulalongkorn dari pata tahun 1871. Dikenal juga dengan sebutan museum arca karena banyaknya arca yang dipajang di sana dari berbagai periode (tahun dan jaman berbeda). Dan museum ini dibuka secara resmi pada tahun 1868.

Mengenal koleksi yang ada di Museum Nasional Indonesia
 Koleksi yang ada di museum Nasional  digolongkan menjadi empat;
  1. Prasejarah. Koleksi zaman prasejarah berupa fosil tengkorak homo sapiens yang di temukan di wilayah Indonesia. Selain itu ada batu kampak, senjata kuno dan alat-alat dari batu.
  1. Numismatik dan Keramik. Keramik yang dikoleksi berkisar antara jaman Majapahit dan merupakan merupakan koleksi keramik dari Cina, Jepang, Vietnam dan negara asia lain.  Ditemukan keramik Cina dari berbagai dinasti yang berkuasa di Cina. Penelitian menunjukkan bahwa orang Cina berlayar ke India melalui Indonesia sedini Han Barat periode ( 205 SM sampai 220 Masehi)
  1. Etnography. Koleksi etnography berisi berbagai benda yang merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari  termasuk artepak yang digunakan untuk beragam upacara adat masyarakat Indonesia dan diatur sesuai lokasi geografis. Termasuk di dalamnya harta berharga milik kerajaan jaman dahulu.
sumber fb museum nasional Indonesia
  1. Arkeologi adalah penemuan arkeolog ada yang berupa harta benda seperti emas atau artepak. Salah satu penemuan arkeolog yang berharga adalah patung Prajnaparamita yang merupakan dewi kebijakan. Arkeologi yang menunjukkan bagaimana perhiasan dan ornamen berharga di kenakan pada tubuh. Selain itu ada juga harta timbunan Wonoboyo yang terbuat dari emas.

sumber wikipedia.org
Museum Nasional koneksi dari masa lalu untuk masa kini dan masa mendatang
Kini museum nasional berumur 236 tahun, rentang waktu yang cukup panjang, bagaimana museum ini terus melakukan penelitian di bidang ilmu pengetahuan, seni dan budaya dan bisa terlihat  melalui koleksinya yang terus bertambah. Dan seyogyanya bertambahnya koleksi di barengi dengan bertambahnya kesadaran akan pentingnya kehadiran dan mengunjungi museum di masyarakat.

Apa pentingnya mengunjungi museum? Museum adalah media edukasi belajar sejarah, seni dan budaya. Dua cabang  ilmu pengetahuan yang acap kali diabaikan karena dinilai tidak terkait erat dalam kehidupan keseharian.

Padahal sejarah, kebudayaan dan seni adalah batu bijakan untuk sebuah bangsa menjadi maju dan besar. Mengutif perkataan bung Karno; Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak pernah melupakan sejarah bangsanya sendiri.

Dalam pemahaman saya, sebuah bangsa akan bergerak maju dengan perpegang pada sejarah bangsanya. Artinya, dia akan belajar dari sejarahnya bagaimana menjadi besar. Pengambil hal positif dari masa lalu untuk kemajuan bangsanya dan belajar dari kesalahan masa lalu agar tidak terulang.

Selain teks tertulis, sejarah bisa di pelajari dari benda peninggalan masa lalu. Saksi bisu masa lalu ini menceritakan banyak hal secara tersirat dengan jujur. Mungkin kita pernah dengar kalimat; Sejarah tergantung penguasa. Walaupun sejarah tidaklah bisa seratus persen dirubah tapi  pada beberapa hal memang bisa di manifulatif. Namun dengan adanya bukti berupa benda atau artepak sejarah tidak mudah di rubah demi kepentingan penguasa atau satu golongan tertentu.

Beberapa hal yang bisa dipelajari dari melihat koleksi museum Nasional yang membuat kita terhubung dengan masa lalu namun memajukan peradaban.

  1. Koleksi  jaman prasejarah, wilayah Indonesia ternyata sudah di huni mahluk yang di sinyalir sebagai cikal bakal manusia yaitu homo sapiens yang merupakan cikal bakal mahluk hidup berbudaya.
  2. Dari melihat koleksi etnoelogy dan archeology kita menjadi tahu nenek moyang bangsa ini   memiliki kecintaan dan kemampuan  seni dan budaya yang tinggi. Yang seharusnya membuat generasi muda kini dan nanti terpacu untuk lebih  kreatif dan imajinatif dalam hal seni. Atau menjadikan karya seni masa lalu sebagai pijakan untuk membangun kreatifitas.
  3. Dari koleksi artepak, terlihat bahwa nenek moyang kita memiliki kebudayaan yang tinggi. Beberapa tradisi budaya masih hidup sampai kini seperti beberapa tradisi di batak, bali dan daerah lain. Tradisi lokal yang penuh kearifan. Bagaimana mereka menghargai alam dan sesama manusia sehingga terjadi keseimbangan. Di beberapa daerah ada budaya larangan menebang tanpa menanam terlebih dahulu. Dan  budaya gotong royong.
  4. Koleksi keramik yang diketahui berasal dari berbagai negara asia, menunjukkan sudah terjalinnya kerja sama antar bangsa saat itu. Kerjasama yang dalam bentuk perdagangan yang kemudian terjadi proses asimilasi budaya. Salah satu kebudayaan yang sudah menjadi bagian dari budaya bangsa ini adalah kebudayaan Tionghoa.
  5. Dari koleksi arca dengan jumlah yang cukup besar dari berbagai periode (jaman) kejayaan Hindu dan Budha di Indonesia, kita bisa belajar sikap terbuka pada kebudayaan baru dari generasi masa lalu. Seperti kita tahu kebudayaan Hindu dan Budha berasal dari India dan Cina. Sikap terbuka yang membentuk corak kebudayaan baru. Dan sikap tolerasi karena pada perkembangannya kemudian agama Islam dan Kristen masuk dan kini menjadi agama mayoritas. Kedatangan kedua agama diterima  tanpa perpecahan atau peperangan. Malah masuk melalui budaya Hindu dan Budha.
  1. Koleksi yang ada di Museum Nasional tidak hanya merupakan warisan budaya bangsa Indonesia. Ada juga milik negara lain tapi di temukan di wilayah Indonesia atau di dapat melalui pertukaran antar peneliti. Ini menunjukkan kebudayaan sebuah bangsa tidaklah berdiri sendiri tapi merupakan proses panjang penciptaan dan asimilasi yang melewati batas geografis. Pada perkembangan modern terjadi yang disebut bentuk kerjasama.
Koleksi museum membuat koneksi
Paparan di atas sejalan dengan tema International  Museum Day tahun ini yaitu museum collections make connections  yang artinya bahwa museum adalah lembaga yang membantu menciptakan ikatan antara pengunjung , generasi dan budaya di seluruh dunia hidup .

Dan ini tentunya harus diikuti dengan kemudahan akses mengunjungi dan melihat koleksi museum, koleksi museum yang relevan dengan berbagai kepentingan masyarakat sebagai pengunjung seperti  anak-anak, pelajar, mahasiswa, peneliti dan masyarakat luas dari beragam kalangan dan umur. Artinya akses dan koleksi museum mengikuti isu – isu  perkembangan jaman dan keadaan. Jika tidak begitu bukan tidak mungkin museum akan ditinggalkan karena terlihat tak menarik dan kuno untuk dikunjungi.

salah satu bentuk workshop yang sangat menarik. sumber foto fb museum nasional
Museum Nasional Indonesia sendiri  sudah melakukan banyak terobosan untuk menarik pengunjung dan menjadi bagian dari masyarakat,  terlihat dari koleksi yang terus up date seperti terlihat di ruang ilmu pamer pengetahuan dan teknologi ini

sumber fb museum nasional Indonesia

Dan beragam kegiatan komtemporer untuk menarik mengunjung dari berbagai kalangan masyarakat, salah satunya  craft day yang sudah beberapakali diadakan.

Melalui tema koleksi museum membuat koneksi, tujuan yang  dibangun museum bukan lagi sebagai media cerita dan saksi bisu dari sejarah tapi bagaimana museum berperan dalam  pemberdayaan masyarakat, dari sejarah, budaya dan seni masa lalu untuk masa kini dan masa mendatang.

Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Esai Blog 236 tahun Museum Nasional Indonesia

referensi tulisan :

www.museumnasional.or.id
www.icom.museum
www.wikipedia.org
facebook museum nasional Indonesia 


Mengenal TB Resistan Obat

TB resistan obat adalah TB yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis yang telah mengalami kekebalan terhadap OAT.  Ada dua tipe TB resistan obat, pertama yang disebut MDR-TB atau Multi Drug Resistant Tuberculosis. MDR-TB merupakan bentuk TB yang tidak merespon terhadap standar 6 bulan pengobatan yang menggunakan obat standard atau yang biasa di sebut first-line yaitu obat yang terdiri dari isoniazid dan rifampicin. Dibutuhkan waktu 2 tahun untuk mengobati MDR-TB dengan obat yang 100 x lebih mahal di bandingkan pengobatan standard.

TB resistan obat kedua di sebut Extensively Drug Resistant Tuberculosis atau XDR TB adalah TB  MDR disertai dengan kekebalan terhadap OAT lini kedua yaitu golongan fluorokuinolon dan setidaknya satu obat anti TB lini kedua suntikan seperti kanamisin, amikasin dan kapreomisin.

Bakteri penyebab TB akan resistan terhadap OAT diantaranya jika penderita tidak mendapatkan pengobatan, menjalani pengobatan tapi tidak teratur meminum obatnya, dosis yang diberikan petugas kesehatan tidak tepat baik panduan, dosis, lama pengobatan dan kualitas obat.

Adapun yang memiliki peluang  mengidap TB resistan obat adalah;
*Pasien TB yang tidak menelan obatnya secara teratur  
*Sakit TB berulang serta mempunyai riwayat mendapatkan pengobatan TB
*Tinggal di wilayah yang banyak penderitan TB resistan obat
*Kontak dengan seseorang yang menderita TB resistan obat

Menurut survey yang dilakukan oleh WHO penderita MDR-TB di dunia cukup besar dan cenderung meningkat. Indonesia sendiri menempati peringkat ke 8 dari 27 negara dengan TB MDR terbanyak di dunia. Diperkirakan penderitanya sekitar 6900. 1,9% adalah TB MDR dari pasien baru dan 12% dari pasien yang sudah mengalami pengobatan.

Diagnosis TB Resistan Obat, TB MDR dan TB XDR dilakukan oleh petugas kesehatan dengan uji tertentu secara biokimia dan pemeriksaan biakan serta uji kepekaan terhadap OAT.

Pengobatan TB resistan obat dan  TB MDR  lebih sulit, membutuhkan waktu yang lebih lama dan dosis yang lebih tinggi atau OAT yang lebih keras dan ini tentunya menimbulkan efek samping obat yang pada penderita yang cukup serius. Waktu yang dibutuhkan biasanya antara 18-24 bulan dan harga OAT lebih mahal dari OAT untuk TB yang belum resistan. Harganya bisa mencapai 100x lebih mahal.

Pengobatan TB XDR jauh lebih sulit karena pilihan OAT nya lebih terbatas.

Namun tetap bisa disembuhkan jika ditangani dengan cepat dan ketersedian obat di rumah sakit ada. Pada intinya pasien harus disiplin mengikuti petunjuk pengobatan yang disarankan dokter dan memiliki keinginan kuat untuk sembuh.

Tapi pencegah lebih baik daripada mengobati. Adapun langkah pencegahan yang bisa dilakukan adalah mendiagnosis secara cepat pasien yang di duga TB resistan obat. Kemudian diobati dengan dosis yang tepat.

Cegah penularannya dengan cara menjaga lingkungan tempat tinggal pasien TB resistan obat dan pelayanan terpadu yang diberikan petugas kesehatan.


Waktu yang Tepat

Apa rasanya nikah di langkahi adik? Biasanya aja. Beneran! Tapi kalau gak percaya saya maklum kok karena itu juga yang terjadi pada kerabat, teman bahkan ibu saya sendiri. Komentar mereka waktu itu kurang lebih sama,”Sabar ya, Rin.” Komentar yang membuat saya senewen dan pengen marah karena kesannya saya menyedihkan. Dan saya benar-benar tidak percaya dengan takhayul kalau nikah di langkahi adik, nanti dapat jodohnya susah. Saya yakin Allah swt sudah menentukan waktu yang tepat untuk saya bertemu jodoh. Jadi kalau waktu itu ada yang nanya (tapi gak ada yang nanya),”Ikhlas gak dilangkahi adik?” jawaban saya,”Bukan ikhlas lagi tapi bahagia dan lega.”

Kalau adik saya bilang gini,”Gara-gara sok nitah nikah tiheula jadi weh katuliskeun.” Terjemahan bahsa Indonesianya kurang lebih seperti ini,”gara-gara suka nyuruh nikah duluan jadi kejadian.” Iya sih sejak adik saya menjalin hubungan dengan calon suaminya, saya memang suka bilang,”Udah nikah aja.” Dan biasanya adik saya langsung nyolot,”Apa  sih nyuruh nikah, teteh aja dulu.”

Alasan saya suka menyuruh adik saya nikah duluan ya karena bayangan punya calon pacar atau suami aja gak ada. Jadi kalau mau nunggu saya sampai kapan? Saya memang belum pernah pacaran pun yang namanya cinta monyet, mungkin karena mama saya suka bilang,”Tong bobogohan keur sakola mah, dikawinkeun geura.” Translatenya; jangan pacaran kalau lagi sekolah, dikawinkan sekalian.” Jadi lebih baik gak pacaran kan daripada gak disekolahin kan? Tapi walaupun belum punya calon suami saya enjoy aja karena  udah kerja, walaupun besar gaji standar tapi lumayanlah buat diri sendiri dan sedikit bantu ortu. Walaupun belum menemukan calon suami, untuk kongkow nonton pertunjukan keroncongan punya banyak teman. Tiap akhir minggu sibuk di sebuah klub buku  di sebuah toko buku alternatif (waktu itu masih di Bandung) atau jaga stand di pameran buku. Kadang-kadang memang galau, berharap pangeran berkuda segera datang hahaha tapi gak pernah berlarut-larut atau iri sama adik yang lebih cepat ketemu jodohnya. 

Usia saya dan adik terpaut dua tahun dan kami sama-sama tidak mentargetkan usia menikah harus sekian. Target kami adalah bisa cari duit sendiri dulu baru mikirin nikah. Bisa dibilang ini dokrin mama saya yang selalu bilang,”Walaupun perempuan harus bisa cari uang sendiri.”

Tapi pasti salah satunya karena doa mama, akhirnya kami menikah di usia yang pas. Adik saya 25 tahun, saya 27 tahun, kurang lebih.  

me and my sister, dari penampakan terlihat kami berbeda karakter
Saya benar-benar bahagia ketika adik  akhirnya memutuskan menikah tanpa menunggu saya menikah duluan,  karena ya walaupun tak pernah pacaran dari dengar sana-sini dan baca pengalaman orang, katanya pacaran itu banyak godaannya, makanya dalam Islam tak ada istilah pacaran kan, malah haram. Jadi makin cepat adik saya menikah makin baik bukan? Terlebih usia calon suami adik jauh di atas usia saya. Jadi pertanyaan kapan adik saya siap dilamar pun kerap diutarakan keluarga calonnya.

Tapi seperti saya tulis di atas, orang tak percaya kalau saya benar-benar tidak menganggap dilangkahi adik menikah  luar biasa. Perkataan  teman dan kerabat bukan lagi kalimat menghibur tapi langsung menawarkan temannya yang mencari calon istri.  Awalnya bete dan malu, tapi setelah dipikir-pikir mungkin seperti ini jalan saya menemukan jodoh, melalui perantara diperkenalkan orang. Selain berdoa tentunya.

Singkat cerita, adik saya melangsungkan pernikahannya  dengan lancar  dan saya menikah kurang lebih satu setengah tahun kemudian dengan calon suami yang kriterianya sesuai impian saya hehehe. Tapi walaupun saya menikah didahului adik, kini saya bisa menyusulnya lho. Saya sudah punya anak dua, adik  masih satu heheh.

Keikhlasan akan berbuah manis karena Allah swt tahu waktu yang tepat dan terbaik untuk takdir kita.

Lalu bagaimana dengan perasaan Solasfiana saat akan di langkahi adiknya menikah? Galau kah atau sedih? Merasa merana dan Allah swt tidak adil? Saya benar-benar penasaran. Siapa sih Solasfiana? Itu lho tokoh di novelnya mak Ade Anita. Penasarankan? Samaaa.....blog mak Ade Anita bisa diintip di link di bawah banner ya.







  

Masa Kawin

Kali pertama nulis FF, karena tergiur hadiahnya  buku gratisan suka bikin ngiler hehehe. Yap, FF untuk kuisnya mak  RedCarra

Saat ini, usiaku menginjak masa kawin (begitu kata ibuku) dan belum sekalipun aku bertemu bapakku. Walaupun begitu aku memiliki gambaran yang cukup jelas tentang bapakku dan aku yakin gambaran yang ada di benakku tentang bapak  adalah  yang sebenarnya karena ibu kerap menceritakannya. Dulu, sewaktu aku masih kecil.

Bapak pergi jauh begitu selalu kata ibu. Dan sejak bapak pergi ibu memutuskan ‘kembali perawan’.  Begitu kata salah satu kerabatku. Ya, ibu memang tidak pernah mengindahkan lawan jenis mendekatinya. Tak heran beberapa menyebut ibuku ponggah. Ibu cantik dan sintal. Walaupun usianya kini sudah menua, garis kecantikan dan keanggunan itu terpancar jelas di wajahnya. Sayang ibuku tak pernah tersenyum karena hatinya telah beku. Dibekukan bapakku.

Aku membenci bapakku walaupun tidak pernah mengenalnya. Sama seperti halnya aku membenci kebodohan ibu yang mencintai bapakku dengan harga mati.

Tapi cinta adalah misteri, begitu kata nenekku.

Dan sejak aku memasuki masa kawin, ibu seperti menjauh dariku. Ibu makin sering menghabiskan waktu di bawah pohon akasia  yang tak jauh dari tempat tinggal kami. Ibu duduk di sana sejak pohon itu baru di tanam hingga kini sudah rimbun dan besar.  Pohon itu menjadi milik ibu. Ya, tidak ada yang berani mendekat jika ibu tengah duduk termenung di sana termasuk aku.

“Ibumu takut kau bertemu bapakmu, Nduk,” ujar nenek kemarin malam.
“Memang kenapa?” nenek terdiam, menatapku lurus lalu menghela nafas sebelum akhirnya berkata,”Kelak kau akan mengerti.”

Siang itu panas matahari tidak terlalu terik, tapi kerongkonganku terasa kering. Aku berjalan ke arah sungai yang mengitari lahan tempat kami tinggal.  Sebenarnya aku tidak terlalu suka pergi ke sungai saat siang hari, karena bising kendaraan bermotor membuat kepalaku berdenyut kesakitan, pusing. Tapi rasa haus membuat aku mengurungkan niat untuk menundanya hingga matahari tenggelam.

Aku melewati batang pohon di mana ibu selalu duduk di sana dan dia memang tengah duduk di sana dengan mata terpejam. Rupanya ibu tertidur, pikirku.

Aku meneruskan langkah dan terhenti karena geraman halus nan dalam. Seluruh tubuhku kurasakan bergetar dan seolah ada aliran listrik merayap berlahan, dari kaki hingga kepala, saat mataku bersitatap dengan si pemilik suara. Pejantan paling tampan yang pernah kulihat. Berdiri dengan gagah di hadapanku, tak tersenyum namun tatapannya menyiratkan seribu pesan yang kupahami dengan naluriku. Tanduknya sempurna tanpa cacat dengan warna dan ukuran yang menandakan berapa umur pemiliknya. Naluriku berkata, dialah pejantan pertama yang akan mengawiniku dan dia adalah bapakku.

Dengan sudut mata, kulihat ibu menatap kami.


*jadi ini ceritanya rusa bukan manusia ya ;p
inspirasi tulisan rusa di kebun raya bogor yang tertangkap kamera ;p





*381 kata


[Dare To Dream] place for our kids

Kasus pelecehan dan kejahatan seksual yang terjadi pada anak-anak saat ini sangat mengkhawatirkan, tidak berlebihan jika sebagian orang melihatnya sebagai kasus darurat nasional, karena kejahatannya terjadi dilingkungan yang harusnya aman untuk seorang anak yaitu sekolah, rumah dan lingkungan sekitar rumah.

Baru-baru ini, beredar (di tag di sejumlah media sosial)  foto atau penggalan percakapan mengenai kasus pelecehan seksual yang dilakukan baby sitter atau menimpa anak yang ditinggal ibu dan bapaknya bekerja. Tanggapannya beragam dan reaktif, beberapa menyudutkan ibu bekerja. Walaupun saya sudah pensiun menjadi ibu bekerja sejak tahun lalu, ‘perang’ argumen antara ibu bekerja dan tidak, membuat saya senewen.  Peran terbaik seorang ibu di rumah? Belum tentu bagi sebagian kaum ibu. Setiap ibu memiliki alasan berbeda ketika memutuskan tetap bekerja setelah memiliki anak. Mari kita tengok para pekerja garmen dan pabrik divisi packing yang sebagian besar karyawannya perempuan, apa yang mereka kejar materi untuk menjadi kaya? Dengan penghasilan pas-pasan mereka hanya ingin membantu suami membiayai kebutuhan keluarganya sehari-hari.

Kasus kejahatan dan pelecehan seksual yang terjadi saat ini adalah pe-er bersama.  

Berangkat dari pengalaman sebagai ibu bekerja dan kadang khawatir meninggalkan anak di rumah, impian saya  memiliki day care (impian sejak saya memiliki anak dan kembali bekerja) alias penitipan anak dengan harga terjangkau dan memiliki program yang jelas alias berkualitas. Tujuannya agar anak-anak tumbuh dan berkembang dengan maksimal dan aman walaupun di tinggal ibunya bekerja.


Saya sempat survey ke beberapa day care, saat bekerja dulu, ada yang bagus tapi harganya fantastis, belum lagi jam buka dan tutupnya yang tidak cocok. Buka jam  7 padahal saya harus berangkat ke kantor setengah tujuh untuk menghindari macet, tutup jam 5, padahal baru jam setengah lima saya bubar kantor.
Ada yang harganya biasa tapi saya lihat sepanjang hari tv kabel menyala, koleksi buku minim, tempat tidur tidak sesuai jumlah anak.

Memang harga berbanding lurus dengan kualitas. Agar tetap terjangkau, saya mungkin akan menerapkan strategi subsidi silang. Jadi setiap sabtu minggu, day care berubah menjadi tempat kursus anak-anak, perpustakaan umum, yang keuntungannya untuk menutupi biaya day care atau mencari sponsor.


Semoga impian saya terwujud ya, ada dana dan bertemu tempat yang cocok karena saat ini tempat tinggal saya ‘belum menetap’ setelah memutuskan tinggal mendekati kantor suami.

“I DECLARE, I WILL ACCOMPLISH MY DREAMS”