Wordless Wednesday : Rusa Istana Bogor

Istana Bogor adalah salah satu tempat terunik di dunia, karena halamannya dihuni ratusan rusa. Setiap sabtu minggu, seputar pagar istana biasanya dipenuhi pengunjung untuk melihat dan memberi makan rusa-rusa ini. Rusa-rusa ini sudah ada sejak 200 tahun lalu.


 







Senja Terakhir

Jam menunjuk di angka 4 ketika bis yang membawa kami sampai di tempat tujuan. Sebuah restoran di pinggir pantai.  Dua pramusaji mengantar kami menuju deretan meja yang sudah di siapkan tak jauh dari bibir pantai. Suara deburan ombak langsung menyambut kedatangan kami. Untuk sesaat saya merasa de javu,  teringat  4 tahun lalu, pada waktu yang hampir bersamaan kami berada di tempat ini, menunggu senja yang bergulir sampai akhirnya menghilang. Kami tak langsung duduk namun melepaskan pandangan pada langit yang bersaput gumpalan awan putih dan lautan yang tak bertepi dengan rasa antusias yang dalam sebelum akhirnya berfoto sana-sini dengan pose dan senyuman narsis dan norak hahaha.


TB Dapat Disembuhkan

Walaupun tergolong penyakit berbahaya, bahkan  mematikan dan mudah menular Tubercolosis bisa disembuhkan. Sembuh total dan tidak kambuh lagi. Asalkan melakukan pengobatan sesuai anjuran dokter, minum obat secara teratur setiap hari selama minimal 6 bulan. Untuk bisa disiplin melakukan pengobatan, pasien TB perlu keinginan kuat untuk sembuh, disiplin mengkonsumsi obat, menjaga kesehatan dan pola hidup sehat disetai doa.

Belajar dan Bermain Gadget Cerdas dan Aman dengan Aplikasi Anak Cerdas dari Acer

Anak-anak Digital
Karena teknologi seolah dunia dalam genggaman, bisa mengakses informasi kapan dan di manapun, bukan lagi sekedar jargon. Yap,  teknologi sudah menjadi ‘sahabat baru’, terutama di kota-kota besar dan bukan hanya oleh orang dewasa juga anak-anak dan balita. Ada sisi positif anak dan balita berinteraksi dengan teknologi seperti smartphone atau tab, jika di bimbing dengan bijak dan cerdas oleh orangtuanya,  mereka  akan tumbuh menjadi generasi yang melek informasi dan teknologi, cerdas  dan percaya diri.  

Namun begitu, membatasi interaksi anak dan balita dengan teknologi adalah keharusan, karena  ada kecerdasan lain yang perlu di  stimulasi salah satunya adalah kecerdasan kinestetik yaitu dengan membuat mereka bergerak aktif dan mereka (terutama balita) harus melihat benda dalam bentuk sebenarnya, tidak sekedar dalam bentuk gambar. Mengawasi dan memastikan aplikasi yang diakses di kecil aman adalah kewajiban, karena ada konten yang dibuat oknum tak bertanggung jawab, dengan kemasan untuk anak tapi isinya pornograpi dan kekerasan.

Melatih Empati

Pelajaran dari Dinda
Beberapa minggu lalu salah satu trending topik di beberapa portal berita, medsos dan televisi adalah status seorang gadis bernama Dinda.  Dinda pun di kecam banyak orang terutama perempuan dan kaum ibu. Buat yang belum tahu apa isi status Dinda bisa di googling.

Sebagai pengguna KRL walaupun tidak setiap hari, saya tahu dan merasakan rasanya berdiri berjam-jam plus berdesakan sampai saking berdesakannya, merasa tak perlu menegakkan badan karena badan sudah tertopang penumpang yang menghimpit kiri-kanan depan-belakang. 

Bisa mendapatkan tempat duduk itu seperti anugrah. Tapi betapa tak enak hati, walaupun pura-pura tidur, ternyata tepat di depan saya, seorang ibu berdiri membawa anak balita. Jadilah dengan (harus) rela saya memberikan tempat duduk saya.  Jujur sayja dalam hati sempat terbersit pikiran-pikiran; Duh kenapa sih si ibu di takdirkan berdiri di depan saya? Coba kalau tadi saya pilih bangku tengah ya atau coba kalau saya tidur beneran. Yap, saya memang bukan orang super baik dan tulus, jadi ya berandai- andai saya duduk dan tidur heheh. Namun di sudut hati yang lain, saya bahagia dan sedikit tersanjung dengan senyuman dan rasa terima kasih yang diungkapkan si Ibu.